Minggu, 16 Oktober 2011

lambang kota magelang jaman kumpeni...gahar ya..

Akhirnya setelah berubah menjadi Staads Gemeente, Magelang sudah tampak menjadi kota yang berkembang pesat. Pihak Kotapraja Magelang perlu membuat lambang kota. Maka pada tanggal 22 Januari 1935 oleh Yang Mulia Gubernur Jenderal Hindia Belanda di tetapkanlah kotapraja Magelang dapat mempergunakan lambang kotanya. Dan dengan keputusan nomer 5 diserahkanlah sertifikat lambang kota. Lambang kotapraja tersebut berwujud 2 ekor singa Belanda yang biasa disebut dengan “DE NEDERLANSCHE LEEW”.
Perlu dicatat bahwa model kotapraja merancang lambang kotanya dengan berbagai lambang bermotif antara lain simbol abad pertengahan Eropa yang dipadukan dengan simbol yang betul-betul bercirikan daerah setempat.
Sedang uraian dan arti simbolis lambang kota tersebut adalah sbb :
  1. Sebuah penyangga terbalik dari perak berwarna biru laut dengan sebuah cincin emas di atasnya yang didalamnya terdapat sebuah paku dari pedang yang ditempatkan sebagai tiang kokoh dengan ujung runcingnya berada di lubang penyangga.
  2. Perisai ditutup oleh sebuah mahkota emas berbentuk stupa.
  3. Pemegang perisai : 2 singa dari emas yang lidah dan kukunya berwarna merah.
  4. Kota Magelang tidak pernah berfungsi sebagai benteng atau daerah pertahanan sehingga mahkota kota tidak boleh dipergunakan sebagai hiasan penutup. Sebuah motif khusus ditemukan dalam sebuah mahkota berbentuk stupa dengan gaya seperti Borobudur yang terletak di dekat Magelang.
  5. Penyangga perak melambangkan Magelang sebagai pertemuan jalan ke Semarang, Yoyakarta dan Purworejo.
  6. Paku hitam melambangkan gunung Tidar sebagai titik tengah pulau Jawa yang menurut orang Jawa dipakukan di Samudera Hindia.
  7. Cincin emas yang mengelilingi paku melambangkan rangkaian gunung-gunung yang setiap saat di kagumi oleh orang-orang Magelang dan menyebabkan kota itu mempunyai iklim yang nyaman.

2 komentar: